Renungan Sabtu, 09 Desember 2017 Pekan I Adven, Matius 9:35-10:1,6-8

Posted on Posted in Uncategorized

Panggilan untuk bekerja sama dengan Yesus

Dalam kehidupan-Nya, misi Yesus untuk menyelamatkan manusia tidak hanya sebatas pada kata-kata yang diucapkan-Nya atau pengajaran-pengajaran yang diberikan-Nya. Misi untuk menyelamatkan umat manusia ditujukkan langsung dalam tindakan nyata dengan datang dan berada bersama umat-Nya. Hal ini dengan sangat jelas ditunjukkan oleh penginjil Matius pada hari ini. Yesus berkeliling ke semua kota dan desa, mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan yang dimiliki oleh manusia (Mat. 9.35).

Selanjutnya, misi untuk menyelamatkan semua orang tersebut bukan hanya dikerjakan-Nya sendiri. Yesus selalu menyertakan orang lain untuk bekerjasama dengan-Nya, yang terpenting orang tersebut mau megikuti-Nya dan bekerjasama dengan-Nya. Untuk hal ini dapat ditemukan dalam diri ke dua belas murid yang dipilih oleh Yesus sendiri untuk berkerja secara bersama-sama mewartakan karya agung cinta kasih Allah di dunia ini. Kepada orang-orang yang dipilih, diberikan kuasa yang sama oleh Yesus yakni dapat mengusir roh jahat dan mempunyai kemampuan untuk melenyapkan segala penyakit dan kelemahan badan (Mat 10:1). Semua anugerah itu diberikan oleh Yesus dengan cuma-cuma dan tanpa perhitungan. Yang terpenting baginya adalah orang dapat menggunakan anugerah tersebut dengan baik dan karya agung cinta kasih Allah dapat terlaksana di dunia ini, dengan demikian banyak orang yang diselamatkan. Kasihlah yang menjadi dasar dari karya agung Yesus di tengah dunia ini.

Melalui bacaan Injil hari ini, ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan refleksi, yang dapat membantu perkembangan iman kekristenan kita.

Pertama, dari setiap kita perlu menyadari bahwa Yesus terus menerus “bekerja” dalam seluruh kehidupan ini, baik dalam suka maupun dalam suasana duka. Dengan kesadaran akan hal ini, maka kita akan menerima dengan penuh syukur segala hal yang terjadi dalam kehidupan ini. Dengan suatu kepercayaan bahwa Yesus pasti akan membantu kita untuk keluar dari semua persoalan hidup ini. Yesus terus bekerja sebagaimana, Ia tidak henti-hentinya berkeliling dari desa ke desa untuk mewartakan Kerajaan Allah dan segala kebenaran-Nya.

Kedua, setiap kita yang menamakan pengikut Yesus adalah murid Yesus. Lebih indah lagi, bahwa berkat rahmat pembaptisan yang diterima oleh setiap murid Kristus, kita dimasukkan ke dalam keluarga Kerajaan Allah. Jadi kita menjadi anak sekaligus murid.  Oleh karena itu, sebagai anak kita harus patuh dan taat pada kehendak Tuhan dan sebagai murid kita dipanggil untuk bersama-sama sang guru yang adalah Yesus, bekerjasama dalam melihat, memahami dan membangun Kerajaan Allah di tengah dunia ini.

Ketiga, setiap kita yang adalah murid Yesus diberi kuasa yang sangat menakjubkan. Kuasa tersebut hampir sama dengan kuasa yang dimiliki oleh Yesus sendiri: dapat menyembuhkan orang yang sakit, membangkitkan orang yang mati, mentahirkan orang yang terkena kusta dan mengusir setan (Mat. 10:7). Suatu kebaikan yang tiada taranya, karena Yesus tidak pernah menyembunyikan sedikit pun kemahakuasaan-Nya untuk kita, bahkan ia memberikan-Nya kepada manusia untuk bekerja menaklukkan kuasa jahat yang berusaha menguasai dunia ini. Yang menjadi pertanyaannya adalah sanggupkan kita mau selalu melaksanakan kehendak-Nya, sehingga diberi kekuasaan seperi itu?

Keempat, keselamatan yang kita kerjakan memang untuk semua orang, tetapi sangatlah penting supaya pertama-tama kita memulainya dari kelompok kita. Yesus berpesan “pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel” (Mat. 10:6). Belajar dari umat Israel bahwa umat Israel adalah umat pilihan Allah, walaupun demikian masih ada sebagian umat yang berpaling dari Tuhan. Mereka ini adalah orang domba yang hilang dari umat Israel. Namun, Tuhan tidak pernah berhenti untuk memanggil mereka kembali kepada-Nya. Hal yang sama juga dituntut dari kita oleh Tuhan, untuk membawa kembali kepada Tuhan semua orang yang tersesat dalam perjalanan iman mereka. Agar mereka juga dapat mengecap kabar baik tentang Kerajaan Allah dan memperoleh keselamatan.

Kelima, segala hal baik yang diterima dalam hidup adalah anugerah cuma-cuma dari Allah. Oleh karena itu, yang dituntut dari kita adalah memberikan juga dengan Cuma-Cuma segala hal baik yang kita miliki kepada sesama, yang dapat membantu perkembangan hidup dan iman mereka.

Panggilan untuk menyebarkan warta tentang Kerajaan Allah di dunia adalah panggilan semua orang Kristen. Panggilan tersebut mendapat dasar yang kuat dalam pribadi Yesus sendiri sebagai yang mempunyai kuasa untuk memanggil dan mengutus. Oleh karena itu sudah sepantasnyalah setiap pengikut Yesus untuk terus bersandar pada pribadi Yesus yang dapat memberikan kekuatan untuk setiap tugas dan pelayanan di dunia ini. Amin.